Penyebab Autis

Penyebab Autis – Kebanyakan anak-anak autisme juga mengalami cacat mental, tetapi dalam tingkat yang berbeda-beda. Dalam kemampuan koordinasi mata dengan tangan, mereka tak ada masalah bahkan terkadang mereka lebih baik dalam aspek tersebut dibandingkan dengan kemampuan lain.

Penyebab Autis

Penyebab Autis

Autis Pada Anak

Mereka mungkin tidak memiliki kemampuan dalam bertutur kata dan hanya mengeluarkan bunyi-bunyi atau meniru apa yang dikatakan orang lain. Mereka juga tidak suka disentuh ataupun berhubungan dengan orang lain dan selalu bersanding pada orang yang sudah dikenalnya saja.

Penyebab Autis sebenarnya dari autisme tidak diketahui tetapi beberapa teori terakhir mengatakan bahwa faktor gentik berpengaruh besar terhadap keadaan autis pada anak-anak. Bayi yang dilahirkan kembar diketahui berkemnungkinan mengalami gangguan autis.

Selain itu Penyebab Autis pada anak pengaruh virus yang diidap oleh ibu semasa hamil, seperti rubela, toxo, penyakit herpes atau pola makan yang tidak baik, pendarahan, keracunan makanan atau alergi, juga mempengaruhi pertumbuhan sel otak yang dapat menyebabkan fungsi otak bayi dalam kandungan terganggu, terutama dalam hal pemahaman, komunikasi dan interaksi.

Beberapa faktor Penyebab Autis yang terjadi lainnya ditemukan, saat ini ditemukan bahwa penyebab autis adalah masalah pencernaan. Lebih dari 60%  anak-anak autis mempunyai sistem pencernaan yang kurang baik. Makanan seperti susu hewani dan tepung gandum tidak dapat dicerna dengan baik dan ini menyebabkan protein dalam makanan ini tidak berubah menjadi asam amino atau pepton yaitu bentuk hasil pencernaan yang akhirnya dibuang melalui air kencing.

Untuk anak-anak autistik, pepton ini diserap kembali oleh tubuh, memasuki aliran darah, diteruskan ke otak dan diubah menjadi morfin yaitu casomorfin dan gliadrofin yang merusak sel-sel otak dan menyebabkan fungsi otak terganggu. Fungsi otak yang terganggu adalah fungsi kognitif, komunikasi reseptif, konsentrasi dan tingkah laku.

Banyak ahli yang melakukan penelitian di bidang autis menyatakan bahwa kemungkinan besar dari penyebab autis yang terjadi adalah disebabkan karena faktor dari kecenderungan yang dibawa oleh faktor genetik. Walaupun hingga saat ini kromosom manakah yang membawa bekal autisme ini masih belum diketahui sampai sekarang.

Yang paling terpenting pada penanganan autis anak adalah bagaimana orang tua harus menanganinya dengan melihatnya dari faktor yang lemah dan juga faktor yang menguatkannya dengan cara melakukan pendekatan psikologi dan juga pedagogi yakni mengarahkan perilaku anak, meningkatkan kecerdasan yang dimilikinya, melatih kemandiriannya, mengajarkan kerjasama dan juga mengajarkan mereka bagaimana cara bersosialisasi dengan orang lain.

Dan selain itu juga, orang tua perlu membatasi pemberian obat-obatan psikiatrik atau juga psikostimulan pada anak yang usianya berada dibawah 6 tahun. Sebaiknya lebih mengutamakan pendekatan psikologi dan pedagodi. Dengan cara melakukan ini maka akan semakin baik, namun pemberian obat-obatan biasanya baru akan dilakukan jika dengan terapi psikologis dan pedogagi tidak berhasil. Orang tua juga mempunyai hak untuk bertanya mengenai efek samping dan juga harapan yang bsia dicapai dalam menggunakan obat jenis psikostimulan tersebut. Karena bagaimanapun juga, reaksi yang terjadi pada setiap anak mengenai obat biasanya akan berbeda-beda sehingga sangat dibutuhkan dalam pemantauan yang dilakukan secara rutin. Dan disamping itu juga sampai saat ini masih belum dipastikan ada obat-obatan yang diberikan pada anak dibawah 6 tahun, sehingga hiingga saat ini kita masih belum mengetahui efek dalam jangka panjangnya.

Anak Autis Yang Cerdas

Tidak semua anak autis mempunyai IQ yang rendah dan tidak cerdas. Untuk anak autis dengan IQ yang tinggi yang biasanya disebut dengan istilah asperger. Kelompok jenis ini adalah kelompok penyandang autis dengan perkembangan fungsi yang sangat tinggi dan disebut sebagai High Function. Kelompok autis ini biasanya mempunyai gangguan dalam berbahasa namun mereka tidak mempunyai gangguan dalam perkembangan bicara. Perkembangan dari bicaranya biasanya sesuai dengan jadwal atau dengan menggunakan kata lain tidak mengalami keterlambatan dalam berbicara. Sekalipun tidak terlambat dalam berbicara, namun berbahasanya masih sangat kaku.

Anak autis dengan kelompok ini sering dianggap sebagai anak berbakat, namun apa yang dikuasai oleh mereka lebih cenderung pada kemampuan untuk meregistrasi atau juga mengumpulkan data sehingga masih belum bisa dikelompokkan sebagai anak berbakat. Kelompok dari asperger ini biasanya sering menjadi sangat terlambat untuk terdeteksi, karena ia mempunyai IQ yang bai, juga tidak mempunyai masalah dalam bicara biasanya hal ini akan membuat kekurangannya menjadi tertutupi.

Sedangkan gangguan bersosialisasi pada anak autis yang berbakat lebih banyak diakibatkan karena bahasa yang dikuasai oleh anak-anak tersebut cenderung berbeda dengan yang lainnya. Seringkali anak yang normal dan teman-temannya tidak mengetahui dan tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh anak asperger.

Pada anak autis mempunyai masalah dalam minat yang kecil dan berbeda dengan anak-anak normal atau juga anak yang berbakat yang bisa mempunyai suatu bidang minat yang sangat luas. Selain itu juga perkembangan fantasi dan imajinasi pada anak autis juga terbilang rendah. Sehingga hal ini membuat disaat anak diajak untuk bermain fantasi ia tidak akan bisa. Ia hanya akan mampu melakukan suatu kegiatan yang tidak menggunakan fantasi dan menggunakan imajinasi. Andaikan ia juga melihaat suatu benda, misalnya melihat mainan mobil-mobilan ia pasti hanya akan melihat satu bagian saja misalnya adalah bagian rodanya.

Penyebab Autis


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Autis and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.