Penyebab Autis Anak

Penyebab Autis Anak – Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun penderita autis pada anak laki-laki ternyaat empat kali lebih banyak dari anak perempuan. Para ahli berpendapat, autisme adalah suatu kondisi seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk ke dalam dunia repetitif, aktivitas dan minat yang obsesif.

Penyebab Autis Anak

Penyebab Autis Anak

Karakteristik Anak Autis

Karakteristik anak dengan autisme adalah adanya gangguan dalam bidan interaksi sosial, komunikasi (bahasa dan bicara), perilaku emosi dan pola bermain, gangguan sensoris, dan perkembangan terlambat atau tidak normal. Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.

Dulu, orang menduga bahwa Penyebab Autis Anak oleh cacat genetika. Namun cacat genetika tidak mungkin terjadi dalam skala demikian besar dan dalam waktu yang cukup singkat. Karena itu para peneliti sepakat bahwa ada banyak kemungkinan Penyebab Autis Anak. Penyebab Autis Anak salah satunya adalah karena pengaruh vaksin yang mengandung thimerosal, zat pengawet yang di gunakan dalam berbagai vaksin.

Yang membuat orangtua menolak pemberian imunisasi karena mendapatan informasi bahwa beberapa jenis imunisasi khususnya yang mengandung thimerosal dapat mengakibatkan autisme. Akibatnya, anak autis tidak mendapatkan perlindungan imunisasi untuk terhindar dari penyakit-penyakit yang justru lebih berbahaya, seperti hepatitis B, difteri, tetanus, pertusis, penyakit TBC dan sebagainya. Banyak penelitian membuktikan bahwa autisme tidak berkaitan dengan thimerosal, meskipun beberapa teori, penelitian, dan kesaksisan yang menunjukkan bahwa autisme berhubungan dengan thimerosal.

Penyebab Anak Autis

Selain itu dibawah ini penyebab autis yang secara umum terjadi adalah akibat ;

  1. Faktor genetik
    Ada suatu bukti yang menguatkan bahwa perubahan dalam gen untuk berkontribusi pada terjadinya masalah anak autis. Menurut penelitian yang dilakukan National Institute of Health, keluarga yang mempunyai satu anak yang menderita autisme akan memberikan peluang sekitar 1-20 kali lebih tinggi untuk melahirkan anak yang mengalami autisme juga. Penelitian yang terjadi pada anak kembar menemukan bahwa jika salah satu anak kembar menderita autis, maka kembarannya juga kemungkinan mengalami hal yang sama. Dan secara umum, ahli yang melakukan identifikasi pada 20 gen yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada spektrum autisme. Gen ini berperan untuk perkembangan otak, pertumbuhan otak dan juga cara sel-sel otak dalam hal berkomunikasi.
  2. Pestisida
    Paparan dari pestisida yang sangat tinggi juga biasanya dihubungkan dengan terjadinya masalah autisme. Dan beberapa riset biasanya menemukan, pestisida akan sangat mengganggu fungsi dari gen di sistem saraf pusat. Salah satu ahli menyatakan bahwa zat kimia yang ada di dalam pestisida akan memberikan dampak pada mereka yang mempunyai resiko untuk mengalami autisme.
  3. Obat-obatan
    Bayi yang baru lahir dan terpapar oleh jenis obat-obatan tertentu disaat dalam kandungan akan mempunyai resiko yang lebih tinggi dalam hal mengalami autisme. Obat-obatan jenis ini salah satunya adalah valproid dan thalidomide. Thalidomide adalah salah satu obat generasi yang lama yang biasanya dipakai untuk membantu mengatasi gejala mual dan juga muntah selama sedang kehamilan, kecemasan dan mengalami insomnia atau susah tidur. Obat jenis thalidomide sendiri di negara Amerika sudah dilarang keras untuk beredar karena kebanyakan dari laporan bayi yang terlahir cacat. Namun obat ini saat ini sudah diresepkan untuk membantu mengatasi gangguan yang terjadi pada kulit dan juga pada terapi penyakit kanker. Sementara itu juga obat jenis valproic acid adalah salah satu jenis obat yang digunakan untuk penderita penyakit mood atau juga masalah bipolar disorder.
  4. Usia orang tua
    Usia orang tua yang semakin tua dan bertambah dalam memiliki anak maka hal ini akan memberikan resiko si anak untuk menderita penyakit autis menjadi semakin tinggi. Salah satu penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 menemukan bahwa perempuan usia 40 tahun mempunyai resiko sebesar 50% untuk mempunyai anak yang autis dibandingkan dengan wanita berusia 20-29 tahun. Memang hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti anatara  hubungan usia orang tua dengan terjadinya autis pada anak. Namun hal ini diduga diakibatkan karena faktor mutasi gen yang terjadi.
  5. Perkembangan otak
    Pada daerah tertentu di otak, dan termasuk salah satunya adalah serebral korteks dan juga cerebellum yang mempunyai peran untuk konsentrasi, pergerakan serta pengaturan mood atau suasana hati berkaitan dengan adanya suatu autisme. Neurotransmitter yang tidak seimbang misalnya seperti dopamin dan juga serotonin, dan pada otak yang dihubungkan dengan penyakit autis yang terjadi.

Pada anak autis biasanya mereka cenderung susah untuk berkonsetrasi dan menjadi susah untuk diarahkan dalam melakukan beberapa pekerjaan atau tugas-tugas tertentu. Aktivitas yang dilakukan biasanya lebih didasari karena adanya suatu dorongan kemauan yang ada di dalam dirinya. Selain itu, aktivitas bermain yang biasanya lebih cenderung monoton dan juga sifatnya tidak pasif, namun tidak bisa bermain dengan interaktif dan lebih imajinatif dengan teman sebayanya, misalnya adalah seperti bermain dagang-dagangan, perang-perangan, dan berpura-pura menjadi guru atau dokter. Mereka juga biasanya menjadi susah untuk bergantu mainan, mereka akan memainkan mainan dan juga permainan yang sama dan bermain sendiri, diulang-ulang serta sifatnya adalah stereotipik.

Penyebab Autis Anak


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Autis and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>