Penyebab Autis

Penyebab Autis – Kebanyakan anak-anak autisme juga mengalami cacat mental, tetapi dalam tingkat yang berbeda-beda. Dalam kemampuan koordinasi mata dengan tangan, mereka tak ada masalah bahkan terkadang mereka lebih baik dalam aspek tersebut dibandingkan dengan kemampuan lain.

Penyebab Autis

Penyebab Autis

Autis Pada Anak

Mereka mungkin tidak memiliki kemampuan dalam bertutur kata dan hanya mengeluarkan bunyi-bunyi atau meniru apa yang dikatakan orang lain. Mereka juga tidak suka disentuh ataupun berhubungan dengan orang lain dan selalu bersanding pada orang yang sudah dikenalnya saja.

Penyebab Autis sebenarnya dari autisme tidak diketahui tetapi beberapa teori terakhir mengatakan bahwa faktor gentik berpengaruh besar terhadap keadaan autis pada anak-anak. Bayi yang dilahirkan kembar diketahui berkemnungkinan mengalami gangguan autis.

Selain itu Penyebab Autis pada anak pengaruh virus yang diidap oleh ibu semasa hamil, seperti rubela, toxo, penyakit herpes atau pola makan yang tidak baik, pendarahan, keracunan makanan atau alergi, juga mempengaruhi pertumbuhan sel otak yang dapat menyebabkan fungsi otak bayi dalam kandungan terganggu, terutama dalam hal pemahaman, komunikasi dan interaksi.

Beberapa faktor Penyebab Autis yang terjadi lainnya ditemukan, saat ini ditemukan bahwa penyebab autis adalah masalah pencernaan. Lebih dari 60%  anak-anak autis mempunyai sistem pencernaan yang kurang baik. Makanan seperti susu hewani dan tepung gandum tidak dapat dicerna dengan baik dan ini menyebabkan protein dalam makanan ini tidak berubah menjadi asam amino atau pepton yaitu bentuk hasil pencernaan yang akhirnya dibuang melalui air kencing.

Untuk anak-anak autistik, pepton ini diserap kembali oleh tubuh, memasuki aliran darah, diteruskan ke otak dan diubah menjadi morfin yaitu casomorfin dan gliadrofin yang merusak sel-sel otak dan menyebabkan fungsi otak terganggu. Fungsi otak yang terganggu adalah fungsi kognitif, komunikasi reseptif, konsentrasi dan tingkah laku.

Banyak ahli yang melakukan penelitian di bidang autis menyatakan bahwa kemungkinan besar dari penyebab autis yang terjadi adalah disebabkan karena faktor dari kecenderungan yang dibawa oleh faktor genetik. Walaupun hingga saat ini kromosom manakah yang membawa bekal autisme ini masih belum diketahui sampai sekarang.

Yang paling terpenting pada penanganan autis anak adalah bagaimana orang tua harus menanganinya dengan melihatnya dari faktor yang lemah dan juga faktor yang menguatkannya dengan cara melakukan pendekatan psikologi dan juga pedagogi yakni mengarahkan perilaku anak, meningkatkan kecerdasan yang dimilikinya, melatih kemandiriannya, mengajarkan kerjasama dan juga mengajarkan mereka bagaimana cara bersosialisasi dengan orang lain.

Dan selain itu juga, orang tua perlu membatasi pemberian obat-obatan psikiatrik atau juga psikostimulan pada anak yang usianya berada dibawah 6 tahun. Sebaiknya lebih mengutamakan pendekatan psikologi dan pedagodi. Dengan cara melakukan ini maka akan semakin baik, namun pemberian obat-obatan biasanya baru akan dilakukan jika dengan terapi psikologis dan pedogagi tidak berhasil. Orang tua juga mempunyai hak untuk bertanya mengenai efek samping dan juga harapan yang bsia dicapai dalam menggunakan obat jenis psikostimulan tersebut. Karena bagaimanapun juga, reaksi yang terjadi pada setiap anak mengenai obat biasanya akan berbeda-beda sehingga sangat dibutuhkan dalam pemantauan yang dilakukan secara rutin. Dan disamping itu juga sampai saat ini masih belum dipastikan ada obat-obatan yang diberikan pada anak dibawah 6 tahun, sehingga hiingga saat ini kita masih belum mengetahui efek dalam jangka panjangnya.

Anak Autis Yang Cerdas

Tidak semua anak autis mempunyai IQ yang rendah dan tidak cerdas. Untuk anak autis dengan IQ yang tinggi yang biasanya disebut dengan istilah asperger. Kelompok jenis ini adalah kelompok penyandang autis dengan perkembangan fungsi yang sangat tinggi dan disebut sebagai High Function. Kelompok autis ini biasanya mempunyai gangguan dalam berbahasa namun mereka tidak mempunyai gangguan dalam perkembangan bicara. Perkembangan dari bicaranya biasanya sesuai dengan jadwal atau dengan menggunakan kata lain tidak mengalami keterlambatan dalam berbicara. Sekalipun tidak terlambat dalam berbicara, namun berbahasanya masih sangat kaku.

Anak autis dengan kelompok ini sering dianggap sebagai anak berbakat, namun apa yang dikuasai oleh mereka lebih cenderung pada kemampuan untuk meregistrasi atau juga mengumpulkan data sehingga masih belum bisa dikelompokkan sebagai anak berbakat. Kelompok dari asperger ini biasanya sering menjadi sangat terlambat untuk terdeteksi, karena ia mempunyai IQ yang bai, juga tidak mempunyai masalah dalam bicara biasanya hal ini akan membuat kekurangannya menjadi tertutupi.

Sedangkan gangguan bersosialisasi pada anak autis yang berbakat lebih banyak diakibatkan karena bahasa yang dikuasai oleh anak-anak tersebut cenderung berbeda dengan yang lainnya. Seringkali anak yang normal dan teman-temannya tidak mengetahui dan tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh anak asperger.

Pada anak autis mempunyai masalah dalam minat yang kecil dan berbeda dengan anak-anak normal atau juga anak yang berbakat yang bisa mempunyai suatu bidang minat yang sangat luas. Selain itu juga perkembangan fantasi dan imajinasi pada anak autis juga terbilang rendah. Sehingga hal ini membuat disaat anak diajak untuk bermain fantasi ia tidak akan bisa. Ia hanya akan mampu melakukan suatu kegiatan yang tidak menggunakan fantasi dan menggunakan imajinasi. Andaikan ia juga melihaat suatu benda, misalnya melihat mainan mobil-mobilan ia pasti hanya akan melihat satu bagian saja misalnya adalah bagian rodanya.

Penyebab Autis

Posted in Penyebab Autis | Tagged , , , , , , , , | Comments Off

Penyebab Penyakit Autis

Penyebab Penyakit Autis – Autisme merupakan gangguan perkembangan kompleks dimana gejalanya akan mulai terlihat sebelum usia 3 tahun. Autisme akan mempengaruhi interaksi sosial, komunikasi verbal dan non verbal, serta gangguan perilaku pada anak. Anak dengan autisme memiliki masalah dalam mempergunakan bahasa, membentuk hubungan dan salah menginterprestasikan keadaan lingkungan sekitarnya. Menurut American Pshychiatric Association, autisme dikenal sebagai Pervasive Development Disorders.

Penyebab Penyakit Autis

Penyebab Penyakit Autis

Penyakit Autis

Gejala autisme dapat bermacam-macam dan berbeda tiap individu. Penderita autisme memiliki kesulitan berkomunikasi dan memahami perkataan serta perasaan orang lain sehingga sebagian besar gejala autis adalah keterlambatan bicara, ketidakpedulian anak terhadap lingkungan dan orang sekitarnya, anak seolah hidup dalam dunianya sendiri sehingga tidak bisa bersosilisasi dengan orang lain atau teman sebayanya. Angka kejadian autisme semakin meningkat setiap tahunnya. Dilansir dari Autism Research Institute di San Diego, pada tahun 1987 jumlah anak autis 1:5000 anak, sedangkan tahun 2005 meningkat tajam menjadi 1:160 anak.

Sampai saat ini belum diketahui Penyebab Penyakit Autis yang pasti. Berbagai ahli mengemukakan berbagai pendapatnya. Yang paling terkenal adalah penyebab autis karena hubungan vaksinasi autis dengan MMR (Mumps, Measles, Rubella) dengan autisme. Padahal para ahli tidak menemukan satupun bukti atas pernyataan tersebut sebagai Penyebab Penyakit Autis . Hendaknya orangtua tidak begitu saja melarang anaknya divaksin MMR karena hal tersebut. Justru dengan tidak divaksin, anak akan lebih rentan tekena penyakit seperti mumps, measles atau rubella yang sangat berbahaya.

Beberapa ahli juga mengatakan bahwa Penyebab Penyakit Autis faktor genetik berperan penting dalam autisme. Jika suatu keluarga memiliki anak autisme. Jika suatu keluarga memiliki anak autisme, maka kemungkinan memiliki anak dengan autisme lagi adalah 3-8%. Sedangkan jika salah 1 anak kembar menderita autisme, kemungkinan kembarannya juga menderita autisme adalah 30%. Abnormalitas kromosom DNA dan masalah pada susunan saraf ditemukan pada sebagian besar anak autisme.

Sebuah studi lain menemukan Penyebab autis berkaitan antara usia orangtua dengan resiko autisme. Jika salah satu orangtua dengan resiko autisme. Jika salah satu orang tua berusia 35-39 tahun, faktor resiko terjadinya autisme sebesar 27%. Sedangkan jika ibu yang berusia 35-40 tahun, resikonya meningkat 65% dibandingkan jika ayahnya yang berusia itu yang hanya sebesar 44%.

Pada beberapa anak, autisme juga dihubungkan penyebab autis  dengan penyakit sebelumnya. Misalnya ibu terkena infeksi rubella, toksoplasmosis atau sitomegalovirus selama kehamilan, adanya kelainan bawaan sejak lahir, adanya kelainan bawaan sejak lahir (tuberous sclerosis, kelainan saraf, dll), infeksi pada anak setelah lahir seperti ensefalopati, meningitis bakterialis dll.

Cara Mengatasi Anak Autis

Bagi orangtua yang memililki anak autis yang terpenting adalah mencari terapi dan penanganan yang tepat dan intensif. Deteksi dini penyebab autis sangat penting karena jika kita dapat mendeteksi autisme lebih awal serta diberikan terpai yang tepat dan intensif, kita akan membantu anak tersebut tumbuh optimal. Adapun cara deteksi dini yang mudah adalah dengan pengamatan perilaku anak sehari-hari. American Academy of Pediatrics menyarankan tehnik Rapid Attention Back dan Forth Communication Tes atau dikenal dengan Rapid ABC. Yaitu cara mendeteksi dini dengan memberikan kegiatan sederhana pada anak yang melibatkannya secara aktif. Sehingga dapat menunjukkan keterlibatan dan komunikasi anak. Gerakan berulang dan kurangnya kontak mata bisa menjadi tanda awal dimana kita harus berkonsultasi pada ahli yang berkecimpung di bidang autisme.

Selain itu, cara lain mendeteksi dini adalah orangtua memperhatikan anaknya dan menjawab pertanyaan di bawah ini :

1. Apakah anak anda tertarik atau mau bermain dnegan anak lain?
2. Apakah anak anda dapat menunjuk sesuatu benda jika ia tertarik pada benda tersebut?
3. Apakah anak anda pernah membawa suat benda untuk diperlihatikan pada orangtuanya?
4. Apakah anak anda dapat meniru tingkah laku anda?
5. Apakah anak merespon jika namanya dipanggil?
6. Bila anda menunjuk mainan yang jaraknya jauh, apakah ia akan menoleh untuk melihatnya?

Jika terdapat jawaban tidak pada lebih dari 2 pertanyaan, maka anda dianjurkan untik membawa anak anda untuk berkonsultasi pada profesional di bidang autisme seperti dokter maupun psikolog anak.

Terapi pada anak autis adaah dengan melakukan beberapa cara dibawah ini :

  1. Terapi biomedik atau medikamentosa
  2. Terapi okupasi
  3. Terapi sensori integrasi
  4. Terapi bermain
  5. Terapi perilaku
  6. Terapi wicara

Deteksi dini yang perlu diketahui pada penyakit autis adalah :

  1. Sejak di dalam kandungan dengan > biomolekuler, penelitian
  2. Sejak lahir sampai usai 5 tahun > efektif

Penanganan atua terapi autis yang dilakukan pada anak autis biasanya ditunjukkan dengan tujuan untuk mengurangi serta menghilangkan masalah pada gangguan tingkah laku anak, meningkatkan kemampuan belajar mereka dan meningkatkan perkembangan yang paling utama adalah dalam hal menguasai bahasa dan meningkatkan keterampilan untuk menolong diri. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa mendapatkan hasil yang baik dalam terapi penanganan secara menyeluruh dan juga secara terpadu di dalam satu tim yang biasanya terdiri dari tenaga medis dan antara lain adalah dengan melibatkan dokter saraf dan dokter anak, tenaga pengajar, tenaga terapis ahli terapi wicara dan juga beberapa ahli terapi okupasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dan hasil lebih optimal.

Penyebab Penyakit Autis

Posted in Penyebab Autis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Autis Pada Anak

Memang, faktor penyebab autis pada anak belum  diketahui dengan pasti. Sebagian ilmuwan berpendapat autism terjadi karena  faktor genetika. Tetapi, mengetahui penyebab autis pasti  dari autism memang sulit kaena otak manusia itu sangat rumit. Otak berisi lebih dari 100 miliar sel saraf yang disebut neuron. Setiap neuron dapat memiliki ratusann atau ribuan sambungan yang membawa pesan ke sel saraf lain di orak dan tubuh.  Dengan adanya sambungan-sambungan dan zat kimia pembawa pesan (neurotransmitter)  itulah kita dapat melihat, merasakan ,  bergerak, mengingat dan bekerja sama seperti seharusnya.  Karena pada beberapa alasan, beberapa sel dan sambungan di otak anak dengan autism, terutama pada wilayah yang mengatur komunikasi, emosi, dan indrawi- tidak berkembang dengan baik atau bahkan rusak.

Faktor Penyebab Autis Pada Anak

Faktor Penyebab Autis Pada Anak

Penyebab Autis

Para ilmuwan masih mencoba memahami bagaimana dan mengapa hal ini terjadi. Faktor penyebab autis pada anak belum dapat dipahami dengan pasti. Para ilmuwan menemukan adanya problem kompleks neurobiologis (biologi otak) yang berbasis genetika, seperti halnya pada kondisi lain yang disebabkan oleh adanya kelainan pada kromosom yang diwarisi seorang anak.

Sementara beberapa studi lain menduga faktor penyebab autis pada anak timbul karena beberapa hal, termasuk :

  1. Alergi makanan
  2. Akibat pemberian vaksin tertentu
  3. Adanya penumpukkan ragi (yeast) dalam saluran pencernaan dan
  4. Terpapar racun-racun dari lingkaran.

Tetapi teori-teori tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Penelitian terkini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian vaksin dan timbulnya penyakit anak autis. Penting juga untuk ingat bahwa autism timbul bukan karena parenting yang buruk atau karena pengalaman traumatis. Yang dilakukan adalah memastkan apakah seorang anak telah mengidap autism itu tidak mudah. Orangtua lah yang biasa menjadi pihak pertama yang mencurigai bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Karena menemukan:

  1. Anaknya itu sudah cukup umur untuk berbicara, tetapi nyatanya tidak/belum
  2. Tampak tidak tertarik pada orang-orang yang ada disekelilingnya atau
  3. Menampilkan perilaku tidak lazim, seperti pada umumnya anak-anak.

Tetapi simtom tersebut tidak melulu ditimbulkan dari autism, dapat saja timbul karena sebab-sebab penyakit autisme lain. Misal, anak yang mengalami problem pada pendengaran mereka, biasanya akan mengembangkan kemampuan untuk sulit berbicara.  Biasnya dokter akan melakukan tes laboratorium dan tes medis standar pada anak-anak suspect autism- tetapi tindakan ini lebih dimaksudkan bahwa simtom yang ditampilkannya tidak berhubungan dengan problem medical lainnya.

Pemeriksaan Anak Autis

Tes-tes medical yang biasa dilakukan pada Faktor Penyebab Autis Pada Anak mencakup :

  1. Pemeriksaan darah dan urine
  2. Pemeriksaan pendengaran
  3. EEEG (tes untuk mengukur gelombang otak) dan
  4. MRI ( gambar yang menunjukkan struktur otak)
  5. Terkadang dilakukan juga tes kecerdasan (IQ).

Biasanya para speesialis bekerja sama dalam sebuah tim untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dalam tim tersebut dapat  dilibatkan :

  1. Dokter anak
  2. Neurolog pediatric
  3. Dokter ahli perkembangan anak
  4. Psikiater anak
  5. Psikolog anak
  6. Terapis bicara dan bahasa
  7. Dan lain-lain.

Beberapa penanganan dari penyebab autis yang bisa dilakukan adalah :

  1. Terapi tingkah laku
    Terapi autis dengan cara ini  sudah dikembangkan dengan tujuan untuk mengembangkan dan mendidik penyandang autisme, serta mengurangi tindakan yang tidak wajar dan mengubahnya menjadi tindakan yang lebih bisa diterima oleh masyarakat.
  2. Terapi wicara
    Terapi wicara untuk membantu membuat bahasa anak autis menjadi lebih lancar. Dengan cara menerapkan terapi wicara ini maka membutuhkan pengetahuan yang lebih mendalam lagi mengenai gangguan yang terjadi pada cara bicara anak autis.
  3. Pendidikan pada anak berkebutuhan khusus
    Pendidikan yang dilakukan pada tahap awal biasanya diterapkan oleh satu guru pada satu anak. Cara ini merupakan cara yang paling efektif karena anak biasanya akan sulit untuk memfokuskan perhatiannya ke dalam kelas yang besar. Biasanya secara bertahap anak akan dimasukkan ke dalam kelompok kelas unutk bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan klasikal. Penggunaan dari guru pendamping sebaiknya jangan dilakukan secara dominan, yang paling diharapkan adalah anak akan belajar dengan anak yang lain dalam satu tempat belajar mengajar secara bersamaan. Pola dari pendidikan yang bisa terstruktur dengan baik di dalam sekolah ataupun juga dirumah merupakan suatu hal yang sangat diperlukan untuk anak ini. Mereka juga harus diberikan pelatihan dengan lebih mandiri, terutama adalah dalam hal soal membantu diri. Maka seluruh keluarga yang berad dirumah juga harus menerapkan pola yang sama untuk tidak membuat anak menjadi bingung.
  4. Terapi okupasi
    Terapi okupasi yang dilakukan untuk sebagian anak yang mengalami autis biasanya mempunyai suatu perkembangan pada sistem motorik dan yang paling utama adalah sistem motorik yang halus yang kurang baik. Terapi okupasi ini biasanya diberikan untuk bisa membantu menguatkan dan juga memperbaiki koordinasi serta keterampilan dan otot halus misalnya adalah tangan. Otot jari tangan yang paling penting biasanya akan dilatih terutama adalah untuk persiapan dalam menulit dan juga melaukan beberapa pekerjaan yang memang membutuhkan sistem keterampilan motorik yang halus.
  5. Terapi medikamentosa
    Pada kondisi tertentu anak yang mengalami gejala autis biasanya akan mempunyai perilaku agresif atau anak hiperaktif. Pada anak yang menunjukkan suatu keadaan seperti ini maka sangat dianjurkan untuk menggunakan beberapa jenis obat yang tepat.

Faktor Penyebab Autis Pada Anak

Posted in Penyebab Autis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Autis Menurut Para Ahli

Penyebab Autis Menurut Para Ahli – Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks pada fungsi otak yang disertai dengan defisit intelektual dan perilaku dalam rentang dan keparahan yang luas. Autisme dimanifestasikan selama masa bayi dan awal masa kanak-kanak terutama sejak usia 18-30 bulan. Autisme terjadi pada 1:2500 anak, sekitar empat kali lebih sering pada lelaki dibanding perempuan (meskipun perempuan biasanya terkena lebih parah) dan tidak berhubungan dengan tingkat sosial ekonomi, ras atau gaya hidup orang tua.

Penyebab Autis Menurut Para Ahli

Penyebab Autis Menurut Para Ahli

Penyebab Autis

Penyebab autis adalah gangguan perkembangan dan fungsi susunan saraf pusat yang menyebabkan gangguan fungsi otak, terutama pada fungsi mengendalikan pikiran, pemahaman dan komunikasi dengan orang lain. Gangguan pertumbuhan sel otak ini terjadi pada saat kehamilan 3 bulan pertama. Kira-kira 60% anak autis mempunyai IQ di bawah 50, sedangkan sebanyak 20% antara 50-70 dan hanya 20% yang mempunyai IQ lebih dari 70.

Anak autis tidak mempunyai banyak masalah medis yang perlu dipertimbangkan (kecuali penderita autis yang mengalami epilepsi) namun pada umumnya tetap mengalami penderitaan  dalam kondisi yang tidak normal.

Para ilmuwan masih mencoba memahami bagaimana dan mengapa Penyebab Autis Menurut Para Ahli hal ini dapat terjadi. Penyebab autisme belum dapat dipahami dengan pasti. Para ilmuwan menemukan adanya problem kompleks neurobiologis (biologi otak) yang berbasis genetika seperti halnya pada kondisi lain yang disebabkan oleh adanya kelainna pada kromosom yang diwarisi seorang anak.

Sementara beberapa studi lain menduga Penyebab Autis Menurut Para Ahli timbul karena berbagai penyebab, termasuk :

  • Alergi makanan
  • Akibat pemberian vaksin tertentu
  • Adanya penumpukan ragi (yeast) dalam saluran pencernaan
  • Terpapar racun-racun dari lingkungan

Karakteristik dari gangguan anak autis biasanya sudah mulai timbul saat mereka masih bayi. Ciri anak autis yang sangat terlihat adalah tidak adanya kontak mata serta reaksi yang terjadi dengan sangat minim antara anak dengan ibu dan pengasuhnya. Gejala utis ini kemudian akan menjadi semakin jelas seiring dengan usia anak yan semakin bertambah. Untuk sebagian kecil lainnya dari mereka yang menyandang masalah autis, perkembangan juga sudah terlihat dengan relatif normal. Pada saat bayi sudah menatap, mengoceh dan juga menunjukkan reaksinya pada orang lain, namun kemudian pada suatu saat sebelum menginjak usia 3 tahun, perkembangannya berhenti dan mengalami suatu kemunduran. Anak menjadi menolak untuk menatap mata, menjadi berhenti mengoceh serta menjadi tidak bereaksi pada orang lain.

Ciri-ciri Anak Autis

Oleh sebab itulah kemudian sudah diketahui bahwa seseorang akan dikatakan mengalami gangguan autis, jika ia menunjukkan gejala dan juga mempunyai gangguan pada perkembangan dalam tiga aspek, yakni adalah :

  1. Kualitas kemampuan dalam melakukan interaksi sosial dan juga emosional.
  2. Kualitas yang kurang dalam kemampuan berkomunikasi dan timbal balinya
  3. Minat yang terbatas serta dibarengi dengan adanya suatu gerakan yang dilakukan dengan berulang namun dilakukan tanpa tujuan.

Ciri-ciri seperti ini biasanya sudah bisa terlihat sebelum anak berusia 3 tahun. Mengingat dari ketiga aspek gangguan perkembangan anak autis diatas terwujud ke dalam bentuk yang berbeda-beda, maka bisa disimpulkan bahwa penyakit autis merupakan salah satu bentuk sekumpulan dari gejala atau juga ciri yang bisa melatarbelakangi dengan berbagai faktor penyebab autis yang terjadi secara bervariasi, dan berkaitan antara satu dengan yang lainnya serta unik.

Dengan seperti itu, maka biasanya sering ditemukan ciri-ciri autis yang menjadi tumpang tindih dengan terjadinya beberapa gangguan perkembangan yang lain. Gradasi dari manifestasi gangguan juga bisa sangat lebar antara hal yang berat sampai hal yang ringan sekalipun. Di satu sisi ada seseorang yang menderita dengan semua gejala dan pada sisi lainnya ada anak yang mengalami sedikit gejala saja. Adapun ciri yang terjadi pada gangguan autis ini adalah :

  1. Gangguan dalam hal komunikasi
  2. Gangguan interaksi sosial
  3. Gangguan tingkah laku
  4. Gangguan emosi
  5. Dan gangguan sensoris serta penginderaan.

Dan karakteristik dari gejala autis diatas  biasanya juga disertai dengan ketidakmampuan anak dalam bermain misalnya dalam menggunakan mainan mereka dengan yang sesuai fungsinya, tidak bisa bermain dengan spontan serta imajinatif, dan tidak bisa meniru orang lain, serta sulit untuk bermain pura-pura. Gangguan yang terjadi pada masalah makanan adalah : mereka biasanya akan cenderung lebih memilih dalam menu makanan yang dimakannya, mengalami masalah pencernaan karena asupan yang dikonsumsi terbatas dan masalah susah tidur atau gangguan tidur lainnya.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan pada penderita autis adalah :

  1. Pemeriksaan pendengaran
  2. EEG (Elektroensefalogram)
  3. Screening metabolik
  4. MRI (Magnetif Resonance Image)
  5. Pemeriksaan genetik
  6. Observasi langsung misalnya seperti interaksi dan juga interview atau antara anak dan orang tua, serta penilaian fungsional dari cara berkomunikasi, dan penilaian dasar bermain atau pola bermain.

Prognosis dari autisme adalah :

  1. Berat dan ringannya suatu gejala
  2. Usia saat mulai melakukan terapi
    – Otak maksimal biasanya menjadi sulit dirangsang
  3. Tingkat intelegensi penderita (IQ anak)
    – 30%-40% yang diatas normal
    – IQ 70 > prognosis menjadi lebih baik,
  4. Kemampuan dalam berbahasa dan juga dalam hal berkomunikasi
    Kelainan pada lidah dan mengalami sumbing
  5. Intensitas terapi autis
    Dilakukan selama 40 jam dalam seminggu > maksimal

Penyebab Autis Menurut Para Ahli

Posted in Penyebab Autis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Autis Anak

Penyebab Autis Anak – Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun penderita autis pada anak laki-laki ternyaat empat kali lebih banyak dari anak perempuan. Para ahli berpendapat, autisme adalah suatu kondisi seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk ke dalam dunia repetitif, aktivitas dan minat yang obsesif.

Penyebab Autis Anak

Penyebab Autis Anak

Karakteristik Anak Autis

Karakteristik anak dengan autisme adalah adanya gangguan dalam bidan interaksi sosial, komunikasi (bahasa dan bicara), perilaku emosi dan pola bermain, gangguan sensoris, dan perkembangan terlambat atau tidak normal. Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.

Dulu, orang menduga bahwa Penyebab Autis Anak oleh cacat genetika. Namun cacat genetika tidak mungkin terjadi dalam skala demikian besar dan dalam waktu yang cukup singkat. Karena itu para peneliti sepakat bahwa ada banyak kemungkinan Penyebab Autis Anak. Penyebab Autis Anak salah satunya adalah karena pengaruh vaksin yang mengandung thimerosal, zat pengawet yang di gunakan dalam berbagai vaksin.

Yang membuat orangtua menolak pemberian imunisasi karena mendapatan informasi bahwa beberapa jenis imunisasi khususnya yang mengandung thimerosal dapat mengakibatkan autisme. Akibatnya, anak autis tidak mendapatkan perlindungan imunisasi untuk terhindar dari penyakit-penyakit yang justru lebih berbahaya, seperti hepatitis B, difteri, tetanus, pertusis, penyakit TBC dan sebagainya. Banyak penelitian membuktikan bahwa autisme tidak berkaitan dengan thimerosal, meskipun beberapa teori, penelitian, dan kesaksisan yang menunjukkan bahwa autisme berhubungan dengan thimerosal.

Penyebab Anak Autis

Selain itu dibawah ini penyebab autis yang secara umum terjadi adalah akibat ;

  1. Faktor genetik
    Ada suatu bukti yang menguatkan bahwa perubahan dalam gen untuk berkontribusi pada terjadinya masalah anak autis. Menurut penelitian yang dilakukan National Institute of Health, keluarga yang mempunyai satu anak yang menderita autisme akan memberikan peluang sekitar 1-20 kali lebih tinggi untuk melahirkan anak yang mengalami autisme juga. Penelitian yang terjadi pada anak kembar menemukan bahwa jika salah satu anak kembar menderita autis, maka kembarannya juga kemungkinan mengalami hal yang sama. Dan secara umum, ahli yang melakukan identifikasi pada 20 gen yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada spektrum autisme. Gen ini berperan untuk perkembangan otak, pertumbuhan otak dan juga cara sel-sel otak dalam hal berkomunikasi.
  2. Pestisida
    Paparan dari pestisida yang sangat tinggi juga biasanya dihubungkan dengan terjadinya masalah autisme. Dan beberapa riset biasanya menemukan, pestisida akan sangat mengganggu fungsi dari gen di sistem saraf pusat. Salah satu ahli menyatakan bahwa zat kimia yang ada di dalam pestisida akan memberikan dampak pada mereka yang mempunyai resiko untuk mengalami autisme.
  3. Obat-obatan
    Bayi yang baru lahir dan terpapar oleh jenis obat-obatan tertentu disaat dalam kandungan akan mempunyai resiko yang lebih tinggi dalam hal mengalami autisme. Obat-obatan jenis ini salah satunya adalah valproid dan thalidomide. Thalidomide adalah salah satu obat generasi yang lama yang biasanya dipakai untuk membantu mengatasi gejala mual dan juga muntah selama sedang kehamilan, kecemasan dan mengalami insomnia atau susah tidur. Obat jenis thalidomide sendiri di negara Amerika sudah dilarang keras untuk beredar karena kebanyakan dari laporan bayi yang terlahir cacat. Namun obat ini saat ini sudah diresepkan untuk membantu mengatasi gangguan yang terjadi pada kulit dan juga pada terapi penyakit kanker. Sementara itu juga obat jenis valproic acid adalah salah satu jenis obat yang digunakan untuk penderita penyakit mood atau juga masalah bipolar disorder.
  4. Usia orang tua
    Usia orang tua yang semakin tua dan bertambah dalam memiliki anak maka hal ini akan memberikan resiko si anak untuk menderita penyakit autis menjadi semakin tinggi. Salah satu penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 menemukan bahwa perempuan usia 40 tahun mempunyai resiko sebesar 50% untuk mempunyai anak yang autis dibandingkan dengan wanita berusia 20-29 tahun. Memang hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti anatara  hubungan usia orang tua dengan terjadinya autis pada anak. Namun hal ini diduga diakibatkan karena faktor mutasi gen yang terjadi.
  5. Perkembangan otak
    Pada daerah tertentu di otak, dan termasuk salah satunya adalah serebral korteks dan juga cerebellum yang mempunyai peran untuk konsentrasi, pergerakan serta pengaturan mood atau suasana hati berkaitan dengan adanya suatu autisme. Neurotransmitter yang tidak seimbang misalnya seperti dopamin dan juga serotonin, dan pada otak yang dihubungkan dengan penyakit autis yang terjadi.

Pada anak autis biasanya mereka cenderung susah untuk berkonsetrasi dan menjadi susah untuk diarahkan dalam melakukan beberapa pekerjaan atau tugas-tugas tertentu. Aktivitas yang dilakukan biasanya lebih didasari karena adanya suatu dorongan kemauan yang ada di dalam dirinya. Selain itu, aktivitas bermain yang biasanya lebih cenderung monoton dan juga sifatnya tidak pasif, namun tidak bisa bermain dengan interaktif dan lebih imajinatif dengan teman sebayanya, misalnya adalah seperti bermain dagang-dagangan, perang-perangan, dan berpura-pura menjadi guru atau dokter. Mereka juga biasanya menjadi susah untuk bergantu mainan, mereka akan memainkan mainan dan juga permainan yang sama dan bermain sendiri, diulang-ulang serta sifatnya adalah stereotipik.

Penyebab Autis Anak

Posted in Penyebab Autis | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penggolongan Anak Autis

Penggolongan Anak Autis – Dalam berinteraksi sosial, anak autis di kelompokkan menjadi beberapa kelompok Penggolongan Anak Autis :

1. Menyendiri

  • Terlihat menghindari kontak fisik dengan lingkungannya. Meskipun bisa saja pada awalnya kelihatan biasa dan nyaman bermain dengan teman sebayanya, tapi hal ini hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Setelah beberapa saat mengalami kontak fisik, beralih ke permainan lain karena sangat tidak mampu menciptakan pergaulan yang akrab. Perangai anak yang kelihatannya tidak mempunyai cacat ini membuat orang tuanya sangat tidak memahami, dan sangat menyakitkan hati.
  • Bertendensi kurang menggunakan kata-kata, dan kadang-kadang sulit berubah meskipun usianya bertambah lanjut. Dan, meskipun ada perubahan, mungkin hanya bisa mengucapkan beberapa patah kata yang sederhana saja.
  • Menghabiskan harinya berjam-jam untuk sendiri, dan jika berbuat sesuatu, melakukannya berulang-ulang.
  • Sangat tergantung pada kegiatan sehari-hari yang rutin
  • Gangguan perilaku pada kelompok anak autisme ini, termasuk bunyi-bunyi aneh, gerakan tangan, tabiat yang mudah marah, melukai diri sendiri, menyerang teman bergaul, merusak dan menghancurkan mainan sendiri.
Penggolongan Anak Autis

Penggolongan Anak Autis

2. Kelompok Anak Autisme Pasif

  • Lebih bisa bertahan pada kontak fisik dan agak mampu bermain dengan kelompok teman bergaul dan sebaya, tetapi jarang sekali mencari teman sendiri
  • Mempunyai perbendaharaan kata yang lebih banyak meskipun masih agak terlambat bisa berbicara dibandingkan dengan anak yang sebaya
  • Kadang-kadang malah lebih cepat merangkai kata meskipun kadang-kadang pula di bumbui kata yang kurang dimengerti
  • Gangguan perilaku pada kelompok ini tidak seberat anak kelompok yang menyendiri

3. Kelompok Anak Autisme Aktif

  • Mampu bermain dan bersosialisasi dengan kelompok teman bergaul dan sebaya
  • Dalam berdialog, sering mengajukan pertanyaan dengan topik yang menarik, dan bila jawaban tidak memuaskan atau pertanyaannya dipotong, akan bereaksi sangat marah
  • Menegakkan diagnosa anak autisme kelompok ini kadang-kadang sulit, karena kenyataannya anak ini bisa bergaul dengan lingkungannya. Meskipun mungkin terbatas hanya di sekitar tempat tinggalnya, cara bersosialisasinya tetap kurang menggunakan asas memberi dan menerima (take and give) antar sesama teman bergaul

Gejala atau ciri anak autis dari satu kelompok Penggolongan Anak Autis bisa saja terdapat pada kelompok lain pada saat tertentu, tergantung pada situasi yang berpengaruh di saat itu. Oleh karena itu tidak mudah menggolongkan kelompok anak autisme dalam Penggolongan Anak Autis.

Ciri-Ciri Anak Autis

Ciri-ciri anak autis adalah :

  1. Respon yang tidak normal oada stimuli sensori
  2. Perkembangan yang terjadi dengan terlambat dan terjadi dengan tidak seimbang
  3. Defisit atau dan juga kekuatan intelektual.

Respon yang tidak normal pada stimuli biasanya ditunjukkan dengan beberapa gejala dibawah ini :

  1. Sensitifitas yang terjadi dengan berlebihan atau malah sebaliknya kurang sensitif.
  2. Tidak bisa menggunakan lebih dari 1 indera dengan bersamaan
  3. Fokus pada suatu hal yang mendetail
  4. Sulit memindahkan perhatian dari satu tugas ke tugas yang lainnya.

Perkembangan yang terjadi dengan terlambat dan juga terjadi dengan tidak seimbang

  1. Perkembangan pada komunikasi, sosialisasi, dan juga kognitif yang terjadi dengan terlambat namun perkembangan dari motorik yang kasar yang tergolong lebih normal.
  2. Urutan dari perkembangan yang terjadi pada satu daerah tertentu dan juga unik. Misalnya adalah dengan bisa membaca serta menulis menggunakan kata-kata namun tidak mengerti apa artinya.
  3. Kemampuan yang sudah dikuasai biasanya bisa menghilang tanpa ada suatu alasan yang jelas.

Defisit dan juga pada kekuatan intelektual :

  1. Intelegensi pada anak autis biasanya terjadi dengan beragam misalnya adalah retardasi mental-superior.
  2. Adanya bakat-bakat dibidang membaca, aritmatika, menggambar, mengeja serta dibidang olahraga atau juga komputer.
  3. Sebagian anak autis biasanya mempunyai kemampuan yang savant atau ingatan jangka panjang, berhitungan, menggambar, atau juga memasang puzzle.

Hal yang terpenting dari hal yang harus dilakukan oleh orang tua adalah sebaiknya melepaskan semua identitas dan juga keinginan dari kita dan sebaiknya fokus pada kebutuhan anak. Dan demikian kita tidak akan mengalami stress dengan berlebihan.

Mengtatasi Anak Autis

Cara menangani penyebab autis adalah :

  1. Sebelum berangkat, cobalah untuk membuat sebuahh cerita yang bisa diulang-ulang dibacakan dengan menggunakan beberapa gambar hal ini bertujuan untuk menjelaskan apa yang hendak dijalani pada hari tertentu. Misalnya adalah “pergi ke dunia fantasi”
  2. Mengikuti jam makan anak austi dan kebiasaannya, dibandingkan mengikuti kebiasaan Anda. Anak yang gelisah karena kelaparan menjadi tidak bisa bekerja sama dan bisa menjadi susah diatur. Sementara itu, kita bisa dengan mudah menyesuaikan diri Anda dengan kebiasaan anak yang agak berubah.
  3. Jika berniat untuk menginap, maka sebaiknya pastikan bahwa kita membawa perlengkapannya untuk membuat tidurnya menjadi nyaman. Karena penderita autis biasanya akan mengalami masalah susah tidur.
  4. Bawalah berbagai hal yang mampu mengalihkan pandangannya dan juga kondisi baru yang kurang nyaman untuknya. Misalnya adalah jika ia suka bermain gameboy, maka bawalah ekstra permainan. Atau Anda bisa membawa portable vcd player dan juga kaset dvd yang bisa ia tonton selama perjalanan yang sangat membosankan.
  5. Memastikan pakaian yang dibawa tidak kurang, bawalah paling tidak sekitar 2-3 pasang dari rencana acara yang hendak dijalani. Hal ini lebih-lagi ljika acara berlibur di tempat yang basah misalnya di gunung, laut atau disaat cuaca tidak sedang ramah.
  6. Melakukan terapi Autis
    Terapi autis yang dilakukan dengan intensitas 40 jam dalam seminggu.

Penggolongan Anak Autis

Posted in Penyebab Autis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Autisme

Penyebab Autisme – Penyebab autisme belum diketahui secara pasti. Namun pemeriksaan CT scanning dan pneumo encephalogram pada anak autisme, tampak :

  • Ventrikel lateral otak tidak normal, terutama daerah temporal
  • Juga terlihat pelebaran ventrikel lateral otak.

Pada pemeriksaan histopatologi :

a. Pembentukan sel-sel di daerah hipocampus terlihat tidak normal dan amygdala di kedua sisi otak

Pada pemeriksaan EEG :

a. Kelainan tidak khas, meskipun kadang-kadang tampak discharge temporal

Secara laboratorium :

a. Diduga ada kaitannya dengan banyaknya pembuangan zat phenil keton melalui air seni (phenil ketonuria)

Jadi, kelihatannya autisme disebabkan oleh gabungan dari berbagai penyebab tersebut.

Penyebab Autisme

Penyebab Autisme

Gejala dan Tanda-Tanda Autisme

Kelompok kelainan perilaku yang hampir selalu ditemukan pada autisme, antara lain :

  • Mengalami kesulitan untuk menjalin pergaulan yang rapat
  • Sangat kurang menggunakan bahasa
  • Sangat lemah kemampuan berkomunikasi

Kelainan Penyebab Autisme Lain-Lain :

  • Sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Anak akan bereaksi secara emosional, kadang malah bereaksi kasar meskipun hanya perubahan kecil dari kehidupan rutin, misalnya perubahan warna kursi atau baju, atau naik kendaraan yang tidak bisa sebelumnya
  • Setiap perubahan bagi anak autis selalu dirasakan buruk, dan perubahan yang ke arah baik pun tidak pernah dirasakan sebagai surprise
  • Memperlihatkan gerakan-gerakan tubuh yang aneh, misalnya selagi duduk, bergerak-gerak ke depan dan ke belakang, berjalan jitjit (mengutamakan ujung telapak kaki)
  • Sebagian kecil anak autisme menunjukkan masalah perilaku yang sangat menyimpang, seperti melukai diri sendiri, baik karena gigitan sendiri atau menggunakan pisau, membentur-benturkan kepala, kadang-kadang ada yang menyerang teman bergaulnya.

Penyebab Autis

Pencetus Penyebab autisme timbulnya kelainan perilaku tersebut bisa saja hanya karena merasa kecewa, atau marah, bosan, takut, cemas, atau hanya karena perubahan lingkungan kesehariannya yang rutin, antara lain :

  • Terpaku (terlalu menyayangi) pada benda-benda mati. Misalnya, apabila mainannya hilang atau rusak maka si anak akan sangat marah, atau memperlihatkan reaksi lain yang tidak setara dengan masalahnya
  • Bereaksi tidak normal terhadap rangsangan sekitar seperti bau, bunyi atau sinar
  • Kurang mampu berimajinasi (Daya Khayal)
  • Namun demikian ada juga anak autisme yang menyenangi (memperhatikan lama-lama peralatan berbunyi keras seperti drum dan senang meraba-raba atau mengelus-elus barang yang permukaannya kasar.

Penyebab autis yang dianggap membuat anak mengalami suatu kelainan dari anak normal lainnya adalah :

  1. Penyebab autis akibat kelainan neuro-anatomis  misalnya adalah seperti faktor genetik, infeksi jamur dan juga virus, serta kekurangan nutrisi, oksigenasi, polusi udara, polusi air dan juga berasal dari makanan. Hal ini biasanya diyakini akan terjadi pada usia kehamilan antara 0-4 bulan.
    Kelainan yang terjadi pada sistem limbik yang mempunyai peran sangat penting untuk reaksi suatu emosi. Kelainan sistem limbik yang bisa menyebabkan fungsi kontrol pada terjadinya agresi dan juga membuat emosi menjadi terganggu. Anak yang kurang mampu untuk mengendalikan emosinya atau anak yang agresif atau anak yang pasif. Daerah yang ada pada sistem limbik biasanya akan mencakup pada hippocampus dan amygdala. Hippocampus yang mempunyai tanggung jawab pada fungsi belajar serta daya ingat seseorang. Gangguan pada hippocampus ini akan membuat anak menjadi susah untuk bisa menyimpan informasi yang baru.
  2. Akibat terjadinya keoainan kromosom yang diduga adanya suatu kelainan kromosom pada anak yang mengalami autis namun kelainan ini sendiri tidak berada pada kromosom yang selalu sama.
  3. Faktor pemicu yang lainnya bisa menimbulkan gejala autis. Misalnya adalah kehamilan trisemester I (0-4 bulan) : infeksi dari zat aditif, obat-obatan, pendarahan yang berat, dan muntah-muntah yang sangat hebat. Dan akibat proses kelahiran yang terlalu lama, pemakaian korsep, alergi makanan, dan juga akibat penyakit herpes penularan dari ibu ke janin sewaktu melahirkan.

Pada anak-anak autis biasanya mereka kurang menyukai terjadinya perubahan sosial atau adanya suatu gangguan yang terjadi dalam kebiasaan sehari-harinya dan mereka lebih menyukai pada dunia yang mereka anggap sama. Jika terjadi suatu perubahan, maka biasanya mereka akan lebih marah misalnya adalah mereka akan marah jika mengambil rute atau jalan pulang sekoalh dari rute yang biasa dilalui atau juga posisi dari furnitur yang ada di dalam kelas berubah dari bentuk yang semula.

Pada anak-anak yang autis non verbal biasanya sering menjadi penerima informasi dan juga akan merespon pada orang tua serta guru dan juga meminta dengan perlakuan yang konsisten. Misalnya jika orang dewasa bertanya “kamu ingin makan apa?” anak autis non verbal biasnaya akan memperlihatkan gambar atau kue dan bahkan juga dengan kata-kata. Ini satu peningkatan yang terjadi pada komunikasi dan juga memhami permintaan dari guru yang ditujukan olehnya. Dalam permintaan ini baisanya anak sebagai penerima dan akan menjawa permintaan tadi.

Ada beberapa tingkah laku yang harus diperlukan dan juga harus dimiliki oleh seseorang anak autis yang sifatnya nonverbal agar bisa menjadi seseorang komunikator yang berhasil yakni adanya suatu pemahaman dari sebab dan akibat, dan suatu keinginan untuk berkomunikasi dengan siapa ia harus berkomunikasi dan ada sesuatu yang harus dikomunikasikan serta apa makna dari komunikasi tersebut. Di dalam suatu komunikasi yang terjadi jika seseorang tidak mengetahui penyebab penyakit autis, dia biasanya akan mengalami suatu kesulitan dalam meminta seseorang untuk bisa melakukan sesuatu atau juga bisa membantunya dengan cara mengambil benda pada rak yang paling tinggi.

Penyebab Autisme

Posted in Penyebab Autis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Autisme Pada Anak

Autisme Pada Anak – Autisme Pada Anak disebut juga sindroma Keanner. Dengan gejala tidak mampu bersosialisasi, mengalami kesulitan menggunakan bahasa, berperilaku berulang-ulang, serta bereaksi tidak biasa terhadap rangsangan sekitarnya.

Autisme Pada Anak

Autisme Pada Anak

Autisme Pada Anak

Frekuensi kejadian autisme di negara maju seperti Amerika adalah 2/10.000. Angka ini pun diperoleh melalui cara diagnosa konvensional dan diperkirakan bisa sampai 6/10.000 penduduk, bila menggunakan cara diagnosa sekarang.

Autisme Pada Anak bukan satu gejala penyakit tetapi berupa sindroma (kumpulan gejala) dimana terjadi penyimpangan perkembangan sosial, kemampuan berbahasa dan kepedulian terhadap sekitar, sehingga anak autisme seperti hidup dalam dunianya sendiri. Autisme tidak termasuk golongan penyakit tetapi suatu kumpulan gejala kelainan perilaku dan kemajuan perkembangan. Dengan kata lain, pada anak autis terjadi kelainan emosi, intelektual dan kemauan (gangguan pervasif).

Pada pemeriksaan fisik, keadaan anak mirip seperti menderita organik psichose (gangguan jiwa). Para pemerhati anak-anak malahan pernah menyebut autisme sebagai kelainan yang mengerikan dan menjijikan (abomination).

Autisme Pada Anak adalah suatu keadaan dimana seorang anak berbuat semaunya sendiri baik cara berpikir maupun berperilaku. Keadaan ini mulai terjadi sejak usia masih muda, biasanya sekitar usia 2-3 tahun. Autisme bisa mengenai siapa saja, baik yang sosio-ekonomi mapan maupun kurang, anak atau dewasa dan semua etnis.

Ciri anak autis

Autisme ditandai oleh ciri anak autis, antara lain :

  1. Tidak peduli dengan lingkungan sosialnya
  2. Tidak bisa bereaksi normal dalam pergaulan sosialnya
  3. Perkembangan bicara dan bahasa tidak normal (penyakit kelainan mental pada anak = autistic-children)
  4. Reaksi atau pengamatan terhadap lingkungan terbatas atau berulang-ulang dan tidak padan.

Gejala-gejala ini bervariasi beratnya pada setiap kasus tergantung pada umur, inteligensia, pengaruh pengobatan, dan beberapa kebiasaan pribadi lainnya. Pada pemeriksaan status mental, ditemukan kurangnya orientasi lingkungan, rendahnya ingatan, meskipun terhadap kejadian yang baru, demikian juga kepedulian terhadap sekitar sangat kurang. Anak autisme jika berbicara cepat-cepat tetapi tanpa arti, kadang diselingi suara yang tidak jelas maksudnya seperti suara gemeretak gigi bila si anak menggigil karena demam.

Kebanyakan inteligensia Autisme Pada Anak rendah. Namun demikian, 20% dari anak autisme masih mempunyai IQ >70. Kemampuan khusus, seperti membaca, berhitung, menggambar, melihat penanggalan, atau mengingat jalanan yang banyak liku-likunya, kurang. Anak autisme berarti anak yang kurang bisa bergaul atau kurang bisa mengimbangi anak sebayanya. Tetapi tidak sampai seperti anak Down Syndrome yang idiot, atau anak yang gerakan ototnya kaku, pada anak dengan kelainan jaringan otak.

Autisme menimpa seluruh bangsa, ras serta seluruh tingkat sosial. Hanya lebih sering terdapat pada anak lelaki, bisa sampai 3-4 kali dibanding anak perempuan, mungkin ada hubungan genetik. Sebagian besar penderita autisme biasanya mengalami gangguan berbahasa. Kejadian autisme di negara maju sekitar 4-15/10.000 penduduk.

Penyebab Autis

Penyebab autis pada anak masih belum diketahui secara pasti dan masih menjadi misteri. Walaupun banyak penelitian yang dilakukan dan dikembangkan mengenai penyakit autis ini. Salah satu dugaan penyebab autis adalah teori dari Ibu yang Dingin. Menurut teori ini disebutkan bahwa anak masuk ke dalam dunia mereka sendiri, karena mereka di tolak oleh sikap ibu yang dingin. Teori ini banyak menerima tentangan karena banyak ibu yang bersifat hangat walaupun anak menunjukkan ciri-ciri atau gejala autis. Teori ini tidak memberikan suatu hal yang pasti sehingga pada akhirnya membuat penanganan yang diberikan menjadi kurang tepat dan bahkan berlawanan dan tidak sesuai serta berakibat kurang menguntungkan untuk perkembangan anak yang mengalami autisme. Kemajuan dari ilmu pengetahuan serta teknologi yang paling utama adalah di dunia kedokteran, akhir-akhir ini sudah mengemukakakn penyebab autis salah satunya adalah karena kelainan yang terjadi secara neurobiolgis di susunan saraf pusat. Kelainan seperti ini berupa suatu pertumbuhan pada sel otak yang terjadi dengan tidak sempurna yang terjadi di beberapa bagian otak. Gangguan yang terjadi pada pertumbuhan sel otak ini akan terjadi selama kehamilan sedang berlangsung, dan paling utama adalah kehamilan usia muda dimana sel-sel otak masih sedang dibentuk.

Pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan alat yang khusus yang disebut dengan Magnetic Resonance Imaging atau MRI pada otak ditemukan pada terjadinya kerusakan yang khas yang terjadi di dalam otak daerah apa yang biasanya disebut dengan limbik sistem atau sebagai pusat emosi. Dan pada umumnya, individu autisme tidak bisa mengendalikan emosi mereka, biasanya mereka sering agresif pada orang lain dan juga terhadap diri sendiri atau menjadi pasif bertingkah seakan-akan tidak punya emosi. Selain itu juga biasanya akan muncul perilaku yang dilakukan dengan berulang dan menjadi anak hiperaktif. Kedua perilaku ini biasanya sangat berhubungan erat dengan adanya suatu gangguan yang terjadi di sistem limbik otak.

Terdapat beberapa dugaan yang dianggap sebagai penyebab autis dan menjadi penyebab kerusakan otak yang bisa menimbulkan suatu gangguan pada autisme diantaranya adalah pertumbuhan pada jamur Candida Albicans yang sering menjadi penyebab keputihan pada wanita yang berlebihan yang hidup di dalam usus. Akibat dari banyaknya usus ini, maka sistem pengeluaran enzim ini ke dalam usus menjadi berkuarang lama kelamaan. Kekurangan yang terjadi pada enzim akan membuat makanan tidak bisa dicerna dengan baik di dalam usus dengan lebih sempurna.

Autisme Pada Anak

Posted in Penyebab Autis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment